Pengaduan Jika Anda diRugikan Polisi


Short URL

Visi
Kompolnas yang mampu memberikan pertimbangan efektif dan terpecaya kepada Presiden dalam rangka mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri.

Misi

  1. Memantapkan organisasi dan manajemen Kompolnas demi terwujudnya kinerja yang optimal dan dinamis.
  2. Mengumpulkan dan menganalisis data yang berkaitan dengan anggaran, sumber daya manusia, dan sarana prasarana guna menunjang kinerja Polri yang ideal.
  3. Memberikan saran dan pertimbangan secara tepat dalam rangka menetapkan arah kebijakan Polri serta pengangkatan dan atau pemberhentian Kapolri.
  4. Menyelenggarakan tata cara penerimaan dan penanganan saran dan keluhan masyarakat untuk mewujudkan Polri yang disegani masyarakat.

Tujuan dan sasaran

  1. Tersusunnya rumusan arah kebijakan Polri kedepan yang meliputi antara lain saran dan pertimbangan yang berkaitan dengan anggaran Polri, sumber daya manusia Polri, sarana prasarana Polri, dan profesionalisme dan kemandirian Polri.
  2. Terselenggaranya administrasi penerimaan dan penanganan saran dan keluhan masyarakat secara optimal dan dinamis termasuk penyampaian hasilnya kepada pengadu.
  3. Siapnya Kompolnas dalam memberikan pertimbangan dalam pengangkatan dan pemberhentian.
  4. Mantapnya organisasi dan manajemen Kompolnas dalam melaksanakan tugas wewenangnya.
  5. Mantapnya sekretariat Kompolnas dalam memberikan dukungan di bidang penyelenggaraan administrasi, anggaran, sumber daya manusia, dan sarana prasarana.

http://www.jalur259.com

Share and Enjoy

97 Thoughts on “Pengaduan Jika Anda diRugikan Polisi

  1. ass..
    saya ROBIN masyarakat biasa yang ingin menyampaikan dan meminta menindak lanjuti…perkara oknum polisi yang berada di SEPANJANG JALAN BANDAR LAMPUNG … Yang suka nilang dengan cara sendiri tanpa meberikan alasan dalam rangka apa razia tersebut kami selaku masyarakat sangat takut dengan oknum polisi gadungan apa lagi polisi yg tdk berani memperlihatkan pankat dan namanya

  2. agus harto on 22 May 2012 at 12:15 said:

    selamat siang, maaf saya ingin menanyakan kpd bpk2 pimpinan POLRI tentunya aparat penegak hukum yg menegakkan hukum di negara hukum di INDONESIA, pertanyaannya adalah : Apakah polisi boleh merangkap profesinya sebagai DEBT COLLECTOR, BACKING, ABUSE OF POWER atas nama HUKUM, MEMUTARBALIKAN FAKTA, sebelumnya sudah saya laporkan ke propam dan yg bersangkutan sudah jauh tidak lagi akan menyita kendaraan milik saya, tetapi mobil saya masih diblokir dan sudah 3 tahunan semenjak kasus tsb dilaporkan oleh seseorang terhadap seseorang yg saya dikaitkan dalam kasus hutang piutang tsb, hingga kini sudah 3 tahunan pajak kendaraan saya tertunggak karena diblokir dan sebelumnya memang sudah mengincar dan akan menyita mobil saya, sudah saya tanyakan mengenai itu, katanya ” SETELAH SIDANG LANGSUNG KESINI AJA DAN SAYA BUKAKAN BLOKIRNYA,” saya ingin oknum polisi itu menyadari dan jangan ada lagi polisi yg merusak citra polisi sendiri, terlebih kasus ini ditangani di tingkat POLDA METRO JAYA. sebelum dan sesudahnya saya haturkan terima kasih banyak kpd bpk2 pimpinan POLRI.

  3. bagaimana menyelesaikan : sy berbisnis dgn si a. cm pd wkt itu tdk ada buat surat perjanjian. Yang ada cuma beberapa saksi hidup yang tau permasalahanya. Apa bisa di selesaikan dengan hukum ? terima kasih

  4. kepada Yth bapak polisi tolong tindak lanjuti aparat yng rese td barusan sy hampir di tembak sm diya,,,,,,,
    permasalahannya ….diya polisi beristirahat pd mlm hari bukan berjaga untk kelancaran arus mudik tp tidur
    terus kn sy mau tdr sudh larut mlm jd otomtis polisi it sy babngunkan ga .
    eh malah malah diya marah
    poloisi trsebut orang kalimantan tengah
    tugas di ciamis
    bagian laka
    tolong tindak lanjuti pak

    thx

  5. Ane mau tanya, emang ada pasalnya dimana kalau kita belum membayarkan pajak kendaraan bermotor polisi punya hak untuk menilang dan menahan kendaraan kita ? bukannya urusan pajak kendaraan bermotor yang tahunan itu ke dirjen pajak ? ane miris ama instansi seperti itu yang memanfaatkan segala sesuatunya untuk keuntungan pribadi…

  6. maskur on 31 March 2013 at 10:20 said:

    Sy an maskur mengadukan masalah pembelian motor ke pada Briptu ahmad umar polsek lau (maros ) makassar di janjikan BPKB 4 bulan kemudian tp sampai skr belum diberikan sementara sy bli tunai Rp.19.800.000 laporan ke polres maros tgl 24 des 2011 tdk ada penyelesaian lanjut lapor ke polda makassar sm sj bingung lapor ke mana untbuk penyelsaian penipuan tersebut ,bukti lengkap saksi sdh sy hadirkan sampai sekarang tidak ada kejelasan penyidik cuma bilang sabar sabar sabar pasti d proses,sy berpikir mungkin banyak kasus d tangani tp lama y..laporan k polda makassar tgl 05 maret 2012 sampai skr sy tdk th perkembangannya minta sp2hp/ perkembangan masalh tdk d berikan .cuma penyidik bilang secara lisan sabar saba sabar pasti laporannya d tindak lanjuti y sy ikuti sj

  7. Mercy Manembu on 3 April 2013 at 11:32 said:

    Saya mau melaporkan ketidak profesionalan polisi Polres Minahasa Utara Sulawesi Utara dalam menangani kasus penculikan anak perempuan di bawah umur. Walaupun sudah diketahui fakta bahwa korban di bawa tanpa hak oleh 3 orang temannya, jauh dari tempat tinggalnya dan sempat bermalam di tempat itu tanpa izin orang tuanya. Namun polisi sampai hari ini belum menahan salah satupun pelakunya, sejak dilaporkan pada tanggal 8 Januari 2013 lalu. Pada waktu dilaporkan oleh orang tua dan wali korban, baru 1 orang yang diduga membawa pergi korban tanpa hak itu, namun setelah korban kembali, diketahui ada 2 orang lain juga yang telah membawanya pergi. Polisi memproses kasus ini untuk pasal 332 KUHP, namun tanpa alasan tidak memproses untuk pasal 328 ataupun 331 KUHP.

    Kesimpulan polisi bahwa tindakan membawa korban tanpa hak itu bukanlah tindakan pidana karena korban tidak terbukti dianiaya, ataupun diperkosa ataupun dicabuli. Kami sudah mengkonfirmasi akan kasus ini langsung tapi polisi berkeras tidak mau menggunakan pasal 328 KUHP untuk kasus ini.

    Kami mohon untuk ditindak lanjut pengaduan ini, karena setelah kami konsultasi dengan salah satu keluarga kami yang ada di Jakarta, mereka mengatakan kasus “membawa lari anak di bawah umur tanpa hak” sudah merupakan tindak pidana. Dia menduga bila tidak seperti demikian, maka hanya salah satu dari 3 hal berikut ini, penyidik polisi tidak profesional, atau ada intervensi dari atasan, atau penyidik berkepentingan atas kasus ini. Yang terakhir ini bisa jadi karena adanya dugaan aparat sudah disuap karena itu mau menyimpangkan kasus dari jalur yang sebenarnya.
    Terima kasih sebelumnya …

  8. amanda on 3 April 2013 at 21:10 said:

    POLRESTA YOGYAKARTA : TOLONG KEMBALIKAN MOBIL SAYA

    Saya hanyalah seorang janda miskin dan bodoh masalah hukum.
    Bulan Januari 2013 saya membeli secara kredit sebuah mobil Avanza dengan menggunakan nama adik ipar saya.
    Sialnya, sebelum plat nomor dan STNK keluar, adik ipar mengklaim bahwa mobil tersebut adalah miliknya,dan saya dilaporkan menggelapkan mobil tersebut di kepolisian Bogor. Mobil kemudian saya bawa ke Yogya dan tertangkap oleh aparat dari Polresta Yogyakarta. Karena belum dapat memperlihatkan STNK, mobil kemudian ditahan.
    Setelah masalah laporan penggelapan diselesaikan di Bogor, STNK dan plat nopol saya bawa ke Polresta Yogyakarta, dengan maksud untuk mengambil unit mobil yang masih ditahan disana.
    Namun pihak aparat Polresta Yogyakarta tidak mengizinkan saya membawa mobil tersebut, dengan alasan bahwa Polresta takut akan dituntut dan disalahkan oleh adik ipar saya.
    Dan akhirnya, memasuki bulan kedua, mobil saya terparkir manis di halaman Polresta Yogyakarta, tanpa ada kejelasan kapan masalah ini akan selesai.
    Yang tidak dapat saya mengerti adalah, alih-alih Polisi memproses masalah pidana tentang STNK dan penggunaan plat nopol palsu, Polresta Yogyakarta justru lebih proaktif (tanpa diminta) mencampuri permasalah perdata yang sebenarnya tidak ada. Adik ipar telah mencabut pengaduan penggelapan, pihak Kreditur tidak berniat menggunakan hak eksekusinya mengingat angsuran dibayar dengan baik. Pihak Polresta Yogyakarta justru mendesak saya untuk melunasi kredit sebagai satu-satunya penyelesaian masalah.
    Saya hanyalah seorang janda miskin, dengan pendidikan yang sangat limit. Namun setahu saya, Polisi tidaklah dibenarkan untuk mencampuri masalah sengketa perdata; jika tidak diminta.
    Sampai kapankah saya harus membayar angsuran mobil, sementara mobil tidak produktif ?
    Ataukah saat ini Polresta Yogyakarta sudah beralih fungsi menjadi Pengadilan Perdata?
    Adakah pihak yang bersedia menolong saya secara cuma-cuma; mengingat saya tidak mampu membayar biaya pengacara?

    Am (Pin BBM : 32a33eb5)

  9. hasani tunasim on 16 August 2013 at 14:04 said:

    maaf pak saya mau tanya soal pajak kendaraan motor di stnk tertera 173,000 tapi petugas samsat minta 216,000 saya kasih uang pass mereka tolak alasan tidak ada photo copy ktp dan BPKB sedangkan saya mau bayar pajak bukan perpanjang STNK tolong dijelaskan.terimakasih

  10. Yth Bapak, mohon maaf sebelumnya. saya mau bertanya “mengapa seorang aparat negara berani membayar sejumlah uang untuk transaksi gadai kendaraan yang jelas kendaraan tersebut bermasalah karena tidak mempunyai surat2 karena surat-suratnya ada di pemilik aslinya? Bukankah itu sudah termasuk pelanggaran?” Dalam hal ini keluarga kami menjadi korban penipuan dari sodara Dwiramu Hadi Nanto. dia membawa kabur mobil kami kemudian dia menggadaikannya kepada seorang brimob di Solo (setelah diselidiki), namun brimob dengan nama yang tidak diketahui itu malah meminta sejumlah uang tebusannya kepada kami. Kami telah melapor ke polres kuningan tapi sudah 5 bulan tidak ada perkembangan dari pihak kepolisian. Polisi malah membalikan lagi kepada kami. Disini kami korban, Pak. Kami hanya meminta perlindungan sebagaimana semboyan kepolisian yang melayani, melindungi dan mengayomi. Terima kasih atas perhatian Bapak. Kami akan sangat berterima kasih apabila keluh-kesah kami ini didengar dan dapat ditindaklanjuti.

  11. eko purnomo on 3 January 2014 at 10:07 said:

    dear bpk polisi polrestabes surabaya, tolong bapak harap ditindak dspbu lontar setiap saya beristirahat dari pulang kerja sering sekali saya melihat karyawan yang pakai baju hitam mencuri bbm dengan mengisi bbm kedalam tangki sepeda montor, sewaktu ada tangki bbm dspbu tolong diselidiki dan harap ditindak terima kasih.

  12. masud b h asta on 7 January 2014 at 13:36 said:

    pada tahun baru kmarin ayah saya ditangkap karna membeli hap bekas yang dia pun gak tahu bahwa itu hp dapat nyuri dengan harga pasar 500000 ribu dengan harapan dia bisa menjual lagi dengan harga 600000 ribu,ternyata si penjual adalah penjambret dan ditangkap ayah saya pun ditangkap karna dituduh penadah,karna ayah saya belum pernah dipenjara ayah saya nangis minta keluar, ada polisi dengan kanit dan teman temannya bisa mengeluarkan asal ayah saya mau membayar 15 juta rupiah karna ayah saya sock gak pernah masuk penjara dia menyanggupinya dengan pinjam pinjam akhirnya ayah saya dapat mengumpulkan uang 15 juta itu, pertanyaan saya apakah 15 juta itu emang buat negara atau itu oknum polisi memang sering melakukan pemerasan seperti itu di perbolehkan

  13. welly andy habibie on 11 February 2014 at 00:57 said:

    saya ingin melaporkan oknum juru periksa bripka cokro anggota polri nakal di polresta medan
    adik saya tersangkut masalah hukum pasal 480
    dia membeli tv lcd rusak dari tukang loak langganannya
    ternyata barang itu barang curian
    adik saya ditahan dan diminta uang tebusan sebesar 10 jt supaya adik saya dibebaskan
    alasan untuk kanit jatanras akp daniel parinduri
    malam ini adik saya di tahan di sel panitipan reskrim polresta medan
    tempat penitipan tsb sangat tidak layak huni
    ruangan yang sangat pengap dan sempit dan tak pantas untuk kasus 480 dan kasus kecil lainnya boleh dicek langsung ke TKP seharusnya team wasrik harus mengedepankan HAM
    tolong diperhatikan anggota polri tsb ya pak
    nanti bnyak yang menyumpahi dia dan keluarganya
    sampai kapan budaya seperti ini hilang dari negara ini
    kalau penegak hukumnya sendiri yang melanggar ..
    citra polri semakin bobrok dimata masyarakat
    hidup polri …. maju terus kumpulkan dosa2mu sebanyak banyaknya
    semoga dibalas oleh sang pencipta
    saya bersumpah tidak akan pernah mengijinkan anak atau keluarga saya menjadi POLISI

  14. Mashadi on 13 February 2014 at 23:39 said:

    Selamat malam pak’ hari ini saya komplain masalah salah jalur di dàerah cengkreng. Ternyata masih banyak anggota polisi yang mau di suap, dan banyak juga memili-milih yang akan ditilang. Saya akui salah jalur, tetapi polisi berkata mau di tilang ga? Secara tidak langsung polisi tersebut mau bayar di tempat. Padahal ada 1 sepada motor di depan tidak memakai helm dan salah jalur. Saat polisi sedang menulis tilangan saya tanya ” pak kenapa didepan saya di berhentikan padahal tidak pakai helm”. Polisi hanya diam saja. Saya mengakaui klw saya salah jalur. Saya hanya kecewa polisi memilih-milih yang akan ditilang. Terima kasih.

  15. deka adiftha on 13 May 2014 at 16:14 said:

    saya ingin mengadu pa, semoga bapak tidak berpura tidak tau. tanggal 22april2014 saya mengalami kecelakaan dan saya harus dioperasi. dan tanggal 12mei2014 saya mengurus jasa raharja untuk biaya operasi saya yang mencapai 16 juta. saat saya mengurus surat bukti kecelakaan di POLTABES BANDAR LAMPUNG. ocnum polisi secara terang terangan meminta uang 25% dari jasa raharja, dan sebagai jaminan SIM dan STNK saya ditahan ocnum polisi. apakah seperti ini polisi indonesia. klaim maksimal jasa raharja 10 juta,belum polisi minta 25%, untuk biaya opersi saja belum cukup pak. saya kecewa dengan ocnum polisi. semoga bapak admin punya hati nurani untuk kasus rakyat kecil seperti saya..

    saya tinggal di bandar lampung. dan ocnum berasal dari POLTABES BANDAR LAMPUNG.
    terimakasih

  16. sudaryani on 27 May 2014 at 22:20 said:

    Bpk polisi yang terhormat
    Tadi siang saya mengendarai motor saya dari krian menuju giant .. a yani sby ,. Namun d belokan royal plaza saya d berhentikan 2 polisi . .sy berikan sim Dan stnk saya. Motor saya jg lengkap, lampu jg nyala. Lalu polisi tetap menilang saya, mereka alasan saya belok kurang kanan shg bisa membahayakan jika Ada mobil d samping motor. Padahal ketika saya belok tidak Ada satu kendaraan pun yg bersamaan , Dan saya tidak nabrak sapa 2. Yg saya belok sesali knp polisi ketika pengendara membawa kelengkapan .. ttp saja d bikin Salah supaya bisa nilang :-) :-)?? Bahkan Bayar Di tempat minta 78 rb.. Dan .sy cb tawar 50 rb, Dan dia terima. Padahal .sy ngin cb test aparat polres Sby. Masax kalah dng polres daerah. Sbg catatan, sy terbiasa berkendaraan luar kota l
    Mau Jd ap bangsa Ni kalau aparat nya seperti itu.

  17. bobby on 2 August 2014 at 03:02 said:

    Saya bobby,
    saya telah melihat kejanggalan dengan oknum polisi di wilayah kelungkung bali tepatnya d bypas ida bagus mmantra. Yang saya ingin tanyakan sebagai masyarakat yang taat hukum. Mengapa oknum polisi dengan cara melambaikan tongkat merahnya ke arah truck yg lewat si sopir truck harus memberikan uang kpd si polisi? Apa yang saya liat ini, ini memang berlaku atau si polisi sengaja mengais rejekidgn cara tidak benar ini.
    Yang kedua polisi menilang kendaraan bermotor surat tilang itu sebenarnya ada berapa rangkap? Kok hanya yang merah saja di tulisi dan tdk berangkap, bahkan sebelum menilang polisi tsb sudah mengajukan bantuan dgn membayar uang sebesar 50 rb. Apa dgn menawarkan bantuan tsb sudah bisa d katakan memulai tindakan suap? Mohon di jelaskan agar masyarakat kita tahu yg sebenarnya dan tidak di bodohi. Karena sangat merugikan masyarakat.

    Klungkung, 02/08/2014 03.15 wita

  18. dedy on 27 August 2014 at 00:58 said:

    susahnya jadi org tak punya. baru2 ni abg saya masuk tahanan kasus pemukulan, namun sudah berdamai dengan korban.mau cabut perkara diminta uang cabut perkara senilai 3jt sama juper polsek binjai kota yg bernama junaedi gultom. dan di berkata kalo tidak ada duit segitu tak usah cabut perkara. ini contoh yg tidak baik, polisi mempraktekan pungli terang2an. kami org ga punya, apa harus kami jadi pencuri untuk mencari uang segitu ??? astaghfirullah…
    apa yg hrs kami lakukan

  19. Dear Pak polisi yang terhormat
    saya mau mengadukan atou keluhan masalh tilang no reg tilang 3558655
    kejadian kena tilang rajia di daerah rancaekek kabupaten bandung polisi yang bertugas bp felix pasal 306 dan 307 pada tanggal 03 mei 2014 ,dan keterangan di surat tilang sidang tgl 09 mei 2014 bertempat di pengadilan dayeukolot kabupaten bandung setelah saya datang ke sidamh tgl 09 mei 2014 stnk belum berada di pengadilan,dan di undur tanggal 8 -8-2014 ,dan pada tanggal tersebut saya hadir tapi sma STNK belum ada di pengadilan mohon solusi nya pak soal nya saya bolak balik sidang jauh tasik ke bandung,dan ini bukan mobil pribadi tapi perusahaan dan pihak perusahaan sudah menanyakan terus stnk asli ..mohon di bantu dan di tindak lanjuti pak .terima kasih

  20. nastiti on 21 October 2014 at 20:37 said:

    Polisi kan harusnya mengayomi ya. Tapi kenapa tetangga saya yg notabene seorang reserse di polsek daerah gedangan melakukan tindakan yg kurang baik thd tetangganya? Sukanya menjelek-jelekan keluarga saya, sewaktu pulang jaga, buka pintu pagar rumahnya dg cara di tendang. Apa seperti itu perangai polisi masa kini? Katanya mengayomi, kok malah membuat resah?

  21. wardi on 12 February 2015 at 15:58 said:

    Tolong aparat terkait di kepolisian untuk menertibkan razia liar oleh Polisi di kalimalang, pertigaan jalan baru Auto 2000….kegiatan ini mengganggu kelancaran arus, dan terjadi bayar damai di jalan…
    Saya melihat sendiri para polisi menerima uang damai dari pelanggar, dan saya juga di ceritakan oleh seorang bapak yang diberhentikan paksa oleh polisi, dan walau tidak mempunyai salah sama sekali dan surat lengkap, tetap di mintai uang yang berarti polisi tersebut melakukan “pemenerasan”…..Surat terbuka ini akan di sebarluaskan di media2 lain untuk mempermudah perluasan info bahwa ada praktek pungutan liar, pemerasan dam raazia liar oleh petugas polisi di di kalimalang, pertigaan jalan baru Auto 2000…..

  22. Hendra on 15 July 2015 at 04:42 said:

    Tolong tindak lanjuti polisi yang suka razia ilegal di kabupaten soppeng.

  23. Saya mau lapor lalu lintas
    Saya mengendarai speda mtor dan di dpan saya ada lampu hijau mau ke lampu kuning dan saya melewati lampu kuning malah di berhentikan oleh polisi yg bkannya mengatur jalan yg macet malah berdiri di pos pantau lalu lintas,
    Sudah berapa kali saya melihat polisi yg bernama
    Amrin polisi yg mencari perkara

  24. kepada yang tidak terhormat polisi indonesia. saya melaporkan begitu banyak polisi yang menyelewengkan kekuasaan dan tugasnya yang sebenarnya menjaga keamanan dan ketertiban tetapi malah menjadi memeras dan menindas rakyat
    saya hendak menuju ke jalan pasar kembang dari arah kota baru, lampu lalu lintas menyala hijau dan saya berjalan terus, tapi polisi tiba” menghentikan motor saya dan meminta saya membayar sejumlah uang agar motor saya tidak dikandangkan
    Mereka jelas” memutarbalikkan fakta dan tidak menerima pembelaan saya
    Segera ditindaklanjuti karena saya terus terang malu menjadi warga dari negara yang tidak jelas aturan dan kewenangan penegak hukumnya

  25. saya yusuf.
    kenapa sih, polisi khususnya untuk jakarta( jakarta timur, kebon nanas,cawang DS. ) BISANYA CUMA NILANG DOANG. kalo rame sore jam orang pulang kerja. 1 polisi aja ga ada buat atur lalu lintas. kalo sepi baru muncul. itu juga kerjanya buat nilang. hehehhe

  26. amarah terhadap polisi on 5 October 2015 at 19:28 said:

    Sayapun kesal dengan brigadir polisi HENDRIYANTO ditlantas LAMPUNG,, ketika saya berkendarran sepera motor tidak menggunakan helm,, saya langsung diberhentikan dan disuruh minggir,, dia minta kelengkapan surat surat motor,, saya berikan STNK dan SiM,, trus dia bilang saya tilang yah,, trus ketika saya minta surat tugas tilang malah dia bilang ini surat tilangnya,, saya bilang bukan surat tilang tapi surat tugas tilang bapak,, bukannya menunjukan surat tilang malah marah2 dan berkata kasar serta seperti melecehakan saya dan teman saya,, ketika saya tanya lagi untuk kedua kalinya soal surat tugas tilang dari atasannya saya malah dibentak dan dia bilang kamu tahu apa ga usah main2 sama saya,, kamu bodoh pun sok2 an,, saya bilang saya cuma mau liat surat tugas tilang bapak,, trus dia bilang kamu itu tahu aturan lalu lintas kan,, kamu udah salah,, masih aja,, saya ini pakai pakaian lengkap bukan seperti pakaian preman,,
    Jadi yg saya kesalkan adalah kenapa ketika saya minta pak polisinya menunjukan surat tugas tilang malah jawaban berputar putar dan dengan membentak dan berkata kasar,, padahal saya kan punya hak bertanya sebelum ditilang apa lagi saya dan teman saya adalah perempuan,, dengan tidak sopannya pak polisinya berkata seperti melecehkan saya dengan berkata kamu ngomong kok kayak org ketakutan mau diperkosa bukan ditilang dan teman saya dibilang peler,, maaf sebelumnya apakah pantas seorang penegak hukum seperti polisi berkata dan berbuat demikian ditambah saya diberi surat tilang berwarna merah bukan biru,, semoga bapak polisi itu sadar dengan apa yang dilakukannya,, dan semoga diampuni semua kesalahanya,, dan saya doakan semoga anak perempuan serta istri bapak juga diperlakukan sama seperti apa yang bapak lakukan terhadap saya dan teman saya dan semoga bapakturun jabatan atau bahkan
    dipecat karena bapak tidak menjalankan amanah sebagai polisi penegak hukum yang amanah,, amin,,,

  27. Ario Fajri on 16 October 2015 at 23:06 said:

    Pak polisi itu gimana penanganan perkara di polsek cipayung.ada korban pemukulan dan sudah menyampaikan pengaduan.namun sampai sekarang pelakunya belum ditangkap.padahal korban sudah beri info soal saksi saksi.polisi jangan takut sama preman.

  28. Galuh on 5 November 2015 at 02:58 said:

    Bagi sodara2 saya masyarakat indonesia, kita semua adalah korban dari POLRI Terutama polantas. Yang belum tunggu aja waktunya. saya sempat dengar kalau polisi itu pelayan masyarakat, ITU BOHONG BESAR! saya sudah beberapa kali dirugikan Polisi, minggu ini saja saya udah dua kali kena tilang 100rb-an gara2 motor saya terlambat bayar pajak, saya baru ketiram kerja dan uang itu adalah uang mingguan dari ayah saya yang menjatah 100/minggu, tapi polisi mau menahan motor saya gk mau nilang stnk / sim saya. saya tidak akan jelaskan panjanf lebar, yamg jelas saya bertanggung jawab atas apa yng saya tulis disini.

  29. rio febrianto on 26 December 2015 at 01:57 said:

    saya dengan surat lengkap dan tidak pernah sedikit pun melanggar lalu lintas,,,tp saya Saya sangat kecewa denagn. polisi khususnya Bandar lampung yang sering cari-cari kesalahan dan saya sering di tangkap dengan alasan ini itu ini itu.yg ujung-ujungnya Uang.apa yg harus saya lakukan

  30. casdiman on 26 December 2015 at 09:26 said:

    Hari ini tgl 26-12-2015 saya dan istri saya melakkan perjalanan dengan tujuan ke tegal gubug.pada saat di pertengahan jalan di daerah cirbon di jln pantura ada razia dan saya di setop lalu saya di minta surat surat kendaraan lalu saya berikan surat surat kendaraan tersebut tak lama kemudian saya di suruh ikut denagn pak polisi di parkian mobil polisi tersbut.lalu pak polisi mangatakan kendaraah bapak saya tilang.saya terkejut dan saya bingung dan saya bertanya.knapa harus kendarahan saya yang di tilang to surat surat motor sya lengkap dan klo saya melakukan pelanggaran kenapa harus kemdarahanya yang di tilang.laku pak polisi bilang.ini mau di bantu tidak? Kalo mau di bantu di sini saja.dan daya menjawab kesalahan saya apa..?dengan alasan si poslisi motor bpk tidak memakai spion yang asli dan warana motornya pake skotlet warna lain.karna saya buru buru untuk melanjukan perjalanan saya sontak mengatakan.bpk kalo mau tilang janagan motor saya kenapa harus motor sya kan saya ada sim ada stnk knapa harus motor sya?kalo bpk mau tilang ya tilang aja sim saya bpk jangan bikin sya sengsara di tengah jalan. Di situ ahkirnya pak polisi menulis surat tilang dan ahkirnya yg di tilang berupa sim.tapi yang buat saya bingung setelah aku baca surat tilangnya tidak tertera pasal yg di tetapkan dan sim yang di tilang pun tidak di cantumkan. (Mohon berikan solusinya) dan saya sangat kecewa debgan adanya razia seprti itu

  31. azriel on 14 March 2016 at 10:01 said:

    pda tgl 14 bapak2… ada razia rutin di depan polres yg masih ngontrak gedungnya di daerah tangerang….. ett dilalah.. saya pulng kerja di berhentikan dan di cek bodi layaknya pengedar narkoba atau semacam teroris.. pdahl sya gk tau, kalo surat sementara penggnti stnk dikarenakan mutasi, tdk diperkenankan. bernama pak joan dan anak buah nya berpakain compang camping. haha kesel aja si… dri devisi pengawas kepolisian yang seharusnya tdk berhak untuk menilang. saya bekerja di gramedia.. dan saya sngat kecewa dengan sopan santun dri bapak joan terserbut.. 1. dia bilang semua orang lampung itu begal.. 2 saya ingin dinjak injak… 3 menuduh bahwa motor saya atau motor dri plat lampung itu ranmor. 4. menghina atas kejelasan asal, pdahal bpk tersebut sudah tau saya kebetulan berbju gramedia.
    polisi tersebut tdk mmpunyai etika sama skli.. dan menganggap kluarga dri lampung itu begal semua… dan syapun membela” tdk semua orang lampung itu jahat dan begal.. saya jg bingung kondisi saat ini… yg tdk sesuai aturan.. uang haram pun dilahap… lebih baik saya memberikan kas negara dri pda sya haru melemparkan makanan kpda mreka

  32. Pak Kapolda dan Bpk Kapolres Stabat tolong dengari inspirasi rakyat la. spya Rakyat tu Prcaya dan yakin sm Polisi dlm menegakn keadilan yg mrata dan bermasyarakat… jgn se enak hti Bpk Polantas Stabat Menilang Sya tdi Siang, mntang2 Bpk Polisi main Tilang2 aj.. ksiani lah KESUSAHAN RAKYAT saat ini,, spaya Rakyat prcya kpda Bpk POLISI smua. Surat2 Kndaraan Sya lengkap tpi knpa ttap Bpk Tilang.. cba Bpk yg di Posisi Sya tdi.. alasan Bpk klu gk mau d tilang Sya hrus bayar uang 100 Ribu. dan klu tdk Bayar maka Stnk dan Sim Sya akan Bpk Tilang. ya trpaksa Sya ksi uang tdi ke Bpk Polantas Kab.Langkat. Cba Bpk pkir aj sndiri klu Cri uang 100 ribu skrg ini sangat sulit. Bkn nya mmbantu mmberi Solusi yg baik. malah memeras Qmi. tak Sya izini uang itu Bpk Polantas kota stabat tdi memakan nya… smga uang 100 Ribu tdi mnjdi pnyakit untuk Bpk dan akn Bpk prtanggung jawab pin di akhirat atau disaat Bpk mau tiada nnti. Amin.

  33. reynaldi on 3 May 2016 at 08:26 said:

    pada pukul 16.30 ada polisi yang ngetam di lampu merah ,lalu saya di periksa surat surat komplit, dan motor pun standart ,masalahnya polisi itu meinlang saya karena lampu rem saya polos , lalu mereka memberi tahu tentang pelanggaran tentang lampu, di situ di sebutkan jika lampu rem mati baru salah, ini lampu rem hidup cuma polos aja di masalahkan dan meminta uang 250 di tempat jika mau aman , saya ajak debat tentang pasal yg dia beritahu saya malah nyuruh saya pergi mulu ,mungkin dia takut, gimana sarannya

  34. tmuchlis on 15 May 2016 at 08:31 said:

    sebelumnya saya minta maaf..yg saya ingin tanyakan plat mobil slama ini setelah kita beli kendaraan sampai tiga bulan tidak kunjung siap tapi stnk udah kluar..nah setelah itu datang plat tapi tidak ada lambang polisi disudutnya…tiba2 saya melintasi jalan darah Asahan saya ditilang katanya saya pemalsuan plat…stres saya dibuatnya…terakhir ujung minta denda…saya cuma punya uang lima puluh tidak mau..marah2 oknum terus dua s saya tunggu sampe mereka selesai operasi yang hanya beberapa saat..terkhir saya mohon ini cuma ada uang..baru mereka mau..gimana pak pimpinan..

  35. roy on 6 June 2016 at 08:08 said:

    dengan hormat,
    sy merasakan ketidakprofesionalisme anggota polisi baru (baru dilantik) saat menilang sebab tidak ada sopan santun dalam berbicara, sy tidak tahu namanya tetapi semua anggota polisi baru daerah POLRES SOREANG dalam melakukan layanan tilang tidak profesionalisme, apakah bisa diproses pak?

  36. Ruski on 8 June 2016 at 06:31 said:

    Kemarin sy terkena musibah bapak sy d tikam bersama2..dan pasal yg d kenakan pasal 338 sdgkn menurut kesaksian ini pembunuhan berencana jd kami pihak keluarga tdk menerima.ada satu jln pasal 338 di ubah k pasal 340 pasal perencanaan dgn membayar pihak kepolisian 25 jt..lo sy kaget sy in korban.. apakah prosedurnya memang seperti itu..apalgi sy masyarakat awam tdk mngerti hukum..yg mengerti persoalan sy tolong d bls ya

  37. Gunadi Santoso on 17 June 2016 at 09:12 said:

    Beberapa hari lalu saya kena tilang di daerah Rungkut oleh Pak Kasdan. Awalnya saya dimintai Rp.200.000 oleh temannya, tapi saya tidak bawa uang. Karena kalau pagi saya bekerja dan saya dari luar kota, saya pikir lebih baik saya bayar di Bank BRI, bisa transfer kapan saja. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, benar2 rencana yang terstruktur. Dimulai dari Bank, khusus untuk tilang, Bank BRI jadi bank kuno, hanya bisa dilakukan di kota tempat ditilang. Tidak selesai di situ. Sore hari saya ke kantor polisi untuk mengambil SIM saya, polisinya ada, tapi katanya yang bawa kunci tidak ada. katanya saya suruh kembali besok sebelum jam 3, polisinya pulang jam 3 (enak benar kerja polisi ini).
    Besok saya minta tolong istri saya datang jam 2 siang.
    Katanya polisinya tidak ada, disuruh datang besok pagi jam 8 pas. Keesokan harinya istri saya datang lagi, katanya SIM saya sudah di kejaksaan dan disarankan kalau kena tilang, lebih baik kasih ke polisi saja. (biar polisinya tambah gendut kali ya).
    Benar2 perfect.

  38. Beni on 30 June 2016 at 21:16 said:

    Assalamualikum.YTH kepolda se indonesia saya sebagai warga indonesia minta perlindungan dan pengayoman pak dari oknum polisi jalan yg memeras kami di jalan saat pulang mudik ini.kami merasa tertindas pak.mohon pengayomanya pak kepada kami masyarakat kecil yg ingin mudik ke kampung.trimaksh

  39. Resty Nur Fitriani on 6 August 2016 at 15:07 said:

    Share kejadian tgl 05 Agust 2016. Di kawasan jababeka cikarang ada razia kendaraan roda dua. BRIPKA DANANG Satlantas menilang garagara saya pakai headset saan berkendara padahal headset yg saya kenakan sedang tidak mendengarkan MUSIK. Dan dikategorikan kedalam pasal 283? Berkendara dgn tdk wajar. Tolonglah jgn suka cari2 kesalahan org. Kalau sya salah saya sah di tilang. Jgn main tahan STNK saja. Jgn biarkan sumpah serapah keluar dr masyarakat untuk oknum yg suka seenaknya sendiri.

  40. Daniel on 31 August 2016 at 20:31 said:

    saya ikut nebeng teman saya hanya sekedar beberapa meter itupun dijalan kecil (gang, bukan jalan raya), lalu tiba-tiba ada polisi menggunakan motor menghentikan kami di gang itu, apa itu wajar?

  41. yusril on 19 September 2016 at 08:37 said:

    Yang saya mau tanyakan kalaw d tilang dan d mintai pembiayaan karena melanggar peraturan tdk di pasangkan plat motor apa dendanya sampai 500rb. Baru sya d tilang cukup bayar 100, sya bilang uang saya gak cukup sy punya uang 50 rbu. dia bilang sini uangnya 50 nanti saya bantu. Trus saya minta duplikat surat tilangnya tdk mau d kasi. Alasanya mau dibawakan langsung d pengadilan padahal saya belum tanda tangan. alasan motor saya tdk pasang plat. Krna platx belum ada dari dealer. Plat sebelumnya di ambil karena mau di kasi STNK aslinya. Saya bingung Uangnya masuk di kantong ataw dmna ???

  42. waluyo on 28 September 2016 at 03:40 said:

    Sy td menjelang magrip di tilang polisi,katanya lampu sy mati,padahal lampu depan sy klw motor nyala lampu jg nyala.ga tau kenapa sy ditilang,tp sy ga mau tanda tangan,sy minta lolong kepada bapak polisi yg baik agar menindaklanjuti,

  43. Juan Gandrung on 18 October 2016 at 13:39 said:

    Saya mempunyai usaha billiard yg legal. Apa saya wajib membayar biaya buat Polisi, supaya bisa melindungi usaha saya dari keributan ataupun hal2 yg tidak diinginkan yg bertentangan dgn hukum.

  44. Nadhif on 11 November 2016 at 15:17 said:

    Siang..
    Pak tempat usaha saya sering didatangin polisi kalau ada sepeda roda kecil atau sepeda perotolan mesti diangkut..
    Usaha saya warung kopi pak disitu banyak anak ngopi gag salah napa sepeda diambil dia kan ngopi gag aneh”…
    Saya merasa dirugikan

  45. Edwin on 18 December 2016 at 13:37 said:

    Selamat siang perkenalkan nama saya edwin, saya benar2 ingin melaporkan mengenai polisi yang asal tilang, dimana jelas saya sewaktu berganti jalur kekiri adalah garis putus, dan polisi memaksa saya untuk mengeluarkan sim,stnk dan menilang saya.. Saya memiliki foto polisi yang mengaku berasal dari polrestabes surabaya.. Mohon agar saya bs mendapat feedback dari kepolisian indonesia, jangan sampai kita diasal tilang dengan mengharapkan uang karena di surabaya fenomena ini masih sering terjadi.. Kalau tidak dikasi karena kita tidak salah kita akan ditilang yang otomatis akan wasting time menunggu di pengadilan.. Edwin – 081 22345 1575 terima kasih

  46. DHIKA on 24 December 2016 at 23:30 said:

    Saya tadi sore mendapatkan telepon dari oknum bea cukai karena saya membeli hp blackmarket dan dari pihak bea cukai tersebut meminta saya untuk membayar uang tutup mulut agar tidak dilanjutkan ke pihak polisi meminta transfer uang ke oknum bea cukai tersebut sebesar Rp 7.500.000 agar dilaporkan ke pihak berwajib.

  47. Saidun hara on 7 May 2017 at 03:42 said:

    Saya ingin bertanya ,apakah penyidik polisi punya hak ,menyiksa,mengintimidasi tahanan yg belum tentu bersalah? Kasiahan sekali kerabat saya,kami rakyat miskin yang lemah,kerabat saya ditahan dipilsek labuhan medan tanpa surat penahanan,sampai dipolsek disiksa dipukuli dan kemaluannya diolesi balsem sama penyidik ,hingga saat ini sdh 1 bukanbelum ada kejelasan yg pasti kerabat saya itu sdh masuk lembaga pemasyarakatan tanjung gusta medan.pada siapa kami harus mengadu
    Terima kasih

Comment navigation

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


2 + = 6

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons

Post Navigation