Open Office 3.1 Kian Samai Microsoft Office

By | 24 November 2009

JAKARTA–Keberadaan sistem operasi terbuka atau open source kian vital di tengah dominasi korporasi besar. Contoh kisah sukses ialah Linux beserta turunannya, yang mampu menandingi sistem operasi yang sudah dulu mapan seperti Microsoft lewat Windows atau Apple dengan Snow Leopard, aplikasi gratis (open source) berkembang pesat.

Cerita lain yang patut disimak adalah keberadaan Open Office. Software tersebut dikenal sebagai aplikasi perkantoran tandingan Microsoft Office.

Seperti rencana awal, pengembangan Open Office Org bertujuan mendobrak dominasi pasar dari Microsoft Office dengan menyediakan pilihan berbiaya rendah, berkualitas tinggi dan terbuka. Di samping itu, Open Office diharapkan mampu mendukung standar dokumen terbuka untuk pertukaran data, dan dapat di operasikan dengan berbagai platform, di antaranya Windows, Solaris, Linux, dan Mac OS X.

Meski berbasis terbuka, pengembangan intensif dan penyempurnaan Open Office terus dilakukan para relawan. Hanya, tampilan grafis, fungsionalisasi chart dan teks masih menjadi masalah utama yang dihadapi para pengguna Open Office.

Baca :   Keutamaan Dzikir

Berlatar itu, versi 3.0 yang sudah beredar dipermak kembali dengan versi terbaru Open Office 3.1. Pada versi terbaru, perbaikan dan peningkatan mencakup semua komponen, baik yang umum juga terhadap aplikasi Writer, Calc, Chart, Impress dan Base.

Untuk semua platform yang didukung, ke depan OOo 3.1 akan mendukung Antialiasing, memperhalus penampilan saat menggambarkan garis maupun lingkaran.

Perubahan pada Writer terjadi pada penggunaan dokumen, yakni mudah dikolaborasikan dengan Internet. Pada versi sebelumnya hal ini sulit dilakukan.

Kemudian pada versi 3.1 OOo, akan tersedia fitur file locking dan tidak bergantung pada fitur di Sistem Operasi. Fitur tersebut sangat memungkinkan terjadinya perlindungan terhadap kemungkinan salah hapus oleh peserta yang mengedit teks.

Baca :   Apakah Pemerintah akan Memblokir Jejaring Sosial?

Perubahan lain terjadi pada upaya menonjolkan teks (highlight). Sekarang, Writer memiliki fitur penonjolan teks dimana terdapat ‘stabilo’ dengan pilihan warna persis sama dengan word.

Selain itu, komentar yang disisipkan di konten bisa berdialog, berikut dengan kemungkinan pencarian. Namun, khusus pemeriksaan gramatikal teks masih belum sempurna, meski telah menjadi bagian dari aplikasi.

Khusus program pengelola tabel (spreadsheet), perubahaan terjadi pada fitur Calc. Pengoperasian Calc kini bisa dilakukan dengan mengklik ganda untuk memberikan nama.

Fitur ini dapat memperbesar dan memperkecil tampilan, seperti yang telah diterapkan di Writer. Untuk program presentasi Impress kini tersedia dua tombol untuk mengatur ukuran huruf (fonts).

Dengan penyempurnaan macam itu, Open Office memiliki fitur yang begitu persis dengan MS office. Dari segi tampilan baik layout pun kian serupa. Hal yang membedakan hanyalah ongkos gratis dan memori yang dibutuhkan. Open Office tidak menghabiskan banyak ruang di hard disk, sebab kapasitas yang dibutuhkan hanya 150 MB.

Baca :   10 Terbaik Processor Gaming

Sejak diluncurkan awal tahun 2099, Open Office mendapatkan sambutan luar biasa dari berbagai kalangan, begitu pun di dunia maya. Umumnya, mereka berpendapat bila Open Office bisa disempurnakan lagi, maka MS Office harus bersiap dilibas dan tergusur.

Aplikasi ini bisa didownload secara bebas. Anda cukup Googling dan ketik download Open Office 3.1, maka anda segera mendapatkannya tanpa mesti repot mencari kode aktivasi atau harus melalui masa trial yang menyebalkan. Tertarik, download saja langsung situs resmi Oppen Office.org

Share and Enjoy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Security Comments : *

[+] kaskus emoticons